Wednesday, November 20, 2019

Ramuan Anti Jenuh dari Rutinitas





Sebelum membaca artikel ini, kukasih warning dulu ya, karena ini akan menjadi tulisan penuh curcol, eheheheh. Aku kurang bisa berpanjang2 nulis pake fakta2 serius sih. 

Naaaah, kalau liat title yang kutulis itu, apa sih yg pertama pembaca tangkap? Yang pasti jangan bilang tangkap hatiku yaaaa, karena ku sudah ada yg punya #astagaGaring. 

Jadi, inti dari tulisan ini adalah curhatan penting tapi tak penting mengenai keseharianku sebagai emak2 berdaster di rumah, dengan berbagai kesibukan yg tidak melulu urusan rumah. Bingung gak? Toss lah akupun yg nulis bingung, hahahaha. Pegangan dulu, sis, sebelum lanjut baca.

Flash back sedikit....tulisan ini bermula dari curhatan seorang teman, yang sepertinya amat sangat jenuh dengan rutinitasnya yang gak jauh dari....siapin sarapan, anter jemput anak2, masak, beberes, dll. Padahal ya, ibu rumah tangga itu capeknya gak ketulungan lho, jangan pernah menganggap remeh ibu RT (mulai sekarang disingkat jadi RT aja ya, rumah tangga nya,biar gak capek ngetiknya). Kliatannya gitu2 doang, tp sesungguhnya waktu 24 jam per hari itu rasanya tak pernah cukup. Tapi amat manusiawi juga untuk merasa jenuh, kan? Kurasa semua orang pernah merasa jenuh dengan rutinitas masing-masing. Baik itu ibu RT, pegawai, artis, pebisnis, fotografer, bahkan blogger aja bisa jenuh (cerita lama yg berkelanjutan buatku, namanya juga curcol ). Lalu, temanku nanya, gimana caranya supaya tidak jenuh atau mensiasati supaya jenuhnya tidak terus-terusan? 

Jawaban ini sebenernya bukan jawaban pasti seperti matematika yg 4x4 pastinya 16, atau suka gak suka harus balas (apasih). Karena menurutku, yang tau jawabannya diri kita sendiri. Tiap orang pasti memiliki cara jitu untuk keluar dari rutinitas dan menjadi lebih bahagia, sembuh dari kejenuhan. Karena sesungguhnya level kebahagiaan setiap orang itu amat berbeda, ada yg gampang banget dibikin hepi, ada juga yg banyak maunya hingga susah disenengin. Lalu level kejenuhan juga gak mau kalah dari kripik pedes yg kepedasannya berlevel 1-10. Atau wafer yang lapisannya ada ratusan. Pertanyaannya, sejenuh apakah kamu?

Aku sharing ke temanku, caraku berbahagia dan membunuh kejenuhan. Karena akupun pernah banget merasa jenuh. Alhamdulillah akhirnya menemukan hobi yang sesuai passion, yang menjadi profesi sampai saat ini. Dan akhirnya amat membantu garing2nya rutinitasku. 

Bermula dari iseng motretin makanan mpasi anak kedua pakai smartphone, lalu bikin recipe blog, mulai motretin makanan serius, lalu mulai menerima foto produk makanan/resto/kafe dan foodstylist untuk berbagai brand. Bahagiakah aku? Alhamdulillah...dengan kesibukan sebagai ibu RT, masih bisa juga menghasilkan. Jangan dikira gampang, karena sesungguhnya motret/styling diluar rumah itu pe-er banget tshayyy, bawaan 5 kontainer segede gambreng, belum lagi printilan kecil2, garnish dll. Persiapannya aja minimal 2 hari sebelum hari shooting krn semua harus di check list sebelum masuk ke kontainer2. Semobil penuh lah pokoknya bawaannya. Belum lagi setelah selesai shooting, 5 kontainer gede itu kudu dibersihin, dan dimasuk2in lagi ke lemari. Fyuhhhh. Tapi biar capek gilak, aku amat bersyukur karena profesi yang ini tidak mengharuskan aku keluar rumah setiap hari. Juga amat fleksibel dan bisa kuatur sendiri tingkat kesibukannya.

Jadi, berdasarkan pengalamanku tersebut, kuberi saran pada temanku untuk mencari dan menemukan hobi yang dia klik, bikin hepi, dan syukur2 bisa menghasilkan. Kalau hobi masak, siapa tau bisa nerima pesanan katering, atau kalau hobi makan, bisa jadi foodblogger. Yang suka blanja bisa buka onlne shop. Satu hal yg aku tekankan juga, ibu2 harus punya me time biar tetap hepi lahir batin! Waktu untuk diri sendiri tuh penting banget, banyaknya gak perlu sampe berjam-jam tiap harinya. Yang penting berkualitas. Quality over quantity




Akhir2 ini aku sedang fokus menyelesaikan buku resep yang kedua. Jadi kalau sedang tidak motret/styling di luaran, aku sibuk trial dan error di dapur sendiri, yang tentu saja diakhiri dengan sesi poto. Eiiits jangan seneng dulu, abis poto2 harus cuci piring, beberes, jemput anak2 dll juga. Capek? Bangetsssssss! Oleh sebab itu, demi kebahagian lahir batin, kuselalu menyelipkan sedikit me time di rush hour tersebut. Simpel2 aja kok, biasanya aku membuat teh, nyemil, denger musik, baca buku, bolak balik buka koleksi buku resep, blanja online #oops, ataupun main sama kucing, hihihihi. Apapun yg bisa bikin rileks pokoknya.

Me time ku ini, bisa tergantung juga dengan kondisiku. Seperti saat ini dimana aku lagi kurang enak body, mulai meler dan bersin-bersin disertai sakit kepala, langsung deh keluar minuman andalanku. Mau tau? Udah gak jaman lagi marut2 jahe buat bikin wedang, hahahaah. Biasanya aku selalu punya stok Sari Jahe Herbadrink. Beneran, ini minuman andalan di saat flu mulai menyerang. Tinggal tuang isi kemasan ke gelas, kasih air panas, aduk2, siap dinikmati. Hangatnya jahe membantu meredakan gejala2 flu lho. Give it a try! 





Sekilas info : Herbadrink memiliki banyak varian yg rasanya enak dan semua berbahan natural. Itu bahan pertimbangan pertamaku dalam memilih produk untuk dikonsumsi. Selain Sari Jahe Herbadrink, Aku pernah coba Herbadrink Sari Lidah Buaya yang seger banget rasanya, apalagi kalau diminum dengan tambahan es batu. Nyessss! Yang rasa temulawak juga rasanya cukup enak, tadinya kupikir bakalan pahit banget, ternyata rasa pahit hanya ada di after taste nya. Sama sekali tidak mengganggu rasa keseluruhan. 

Kembali lagi ke temanku yg kala itu dilanda kejenuhan, saat ini dia mulai menemukan titik terang. Yaitu, blanja make up dan skin care! Wkwkwkwk. Seneng liat mukanya mulai diwarnai dengan senyum dan excitement yang terpancar ketika menceritakan koleksi make up barunya. Katanya sih nanti2 mau nyoba nge-vlog tentang make up gituuu. Semoga nanti jadi se hits nenek Suhaylah Salim atau kak Tasya Farasya, ya. 

Jadi gimana, sudahkah kamu menemukan ramuan anti jenuhmu? Happy searching!

Demikian curcol gejeku hari ini, selamat menikmati me time, teman2 semua! Say no to jenuh!


No comments:

Post a Comment